SHARE :

32 Peserta Ambil Bagian Dalam Kutim Kuat Vape Festival

Terbit : 7 Januari 2020 / Kategori : Berita / / Author : admin7
32 Peserta Ambil Bagian Dalam Kutim Kuat Vape Festival

upnews.id, Sangatta – Menyambut awal tahun 2020, Adat Besar Kutai Timur merangkul kaum milenial dalam gelaran Kutim Kuat Vape Festival, yang bakal dilaksanakan pada tanggal 3-4 Januari 2019.

Ditemui di Hotel Amar yang juga sebagain sekretariat panitia (2/1), Lubis menjelaskan jika telah ada 32 peserta yang lolos seleksi ditingkat store dari ratusan pendaftar. Nantinya setiap peserta akan menunjukan keahliannya dalam menghisap dan mengembuskan asap vape, dengan trik floating casing yang saling membelakangi.

“nantinya setiap peserta saling membelakangi, kemudian menghembuskan asap hingga titik yang ditentukan oleh panitia” ujar Lubis.

Selain berkompetisi, peserta maupun penonton juga dapat berkonsultasi maupun membeli peralatan rokok elektrik, lantaran akan ada 6 store vape di Sangatta yang membuka stand di lokasi acara.

Sementara itu, Sayid Abdal Nanag Al Hasani selaku Ketua Adat Besar Kutai Timur tak memungkiri jika terjadi pro dan kontra di masyarakat, terkait vape. Namun, dirinya berharap seluruh kalangan melihat dari sisi positifnya bahwa kaum milenial Kutim memiliki komunitas untuk menjalin silaturahmi, dan tidak ke arah narkotika.

Kita mencoba mewadahi anak-anak milenial penghobi vape, yang selama ini mereka merasa menjadi anak tiri atau termarginalkan di daerah sendiri” ujar Afdal.

Afdal menambahkan, setelah vaper (sebutan penghobi vape) disentuh rupanya mereka hanya memerlukan wadah saja seperti yang lainnya, oleh sebab itu Adat Besar Kutai Timur masuk untuk ambil peran didalamnya.

Bahkan, untuk menghindari stigma negatif dimasyarakat, panitia menggandeng Badan Nakotika Kabupaten (BNK) Kutim untuk hadir pada malam pelaksanaan. (fdr)

 

Sumber : https://upnews.id/32-peserta-ambil-bagian-dalam-kutim-kuat-vape-festival/

The way language looks at the surroundings affects the way you see things, says isabelle barth-o`neill, translator and researcher in bilingualism and multilingualism at the added university of luxembourg.

Bagikan :

Berita Lainnya



× Chat Kami